Rabu, 01 Juli 2026
DEPOK-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes) menggelar program inovatif bertajuk "Kepala Desa Masuk Kampus". Kegiatan yang berlangsung di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, ini dijadwalkan berjalan selama empat hari, mulai dari 29 Juni hingga 2 Juli 2026.
Program ini dirancang khusus untuk menjembatani dunia akademis dengan realitas tata kelola pemerintahan di tingkat desa. Melalui sinergi ini, para kepala desa dibekali dengan wawasan strategis, manajemen pemerintahan yang modern, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk mempercepat pembangunan desa.
Dari ribuan desa di Indonesia, Kabupaten Pangandaran turut mengirimkan delegasi terbaiknya untuk menyerap ilmu di salah satu kampus terbaik bangsa. Dua kepala desa yang menjadi perwakilan adalah:
1. Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran
2. Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang
Keikutsertaan kedua desa ini diharapkan mampu membawa iklim perubahan positif, mengingat Kecamatan Pangandaran dan Cijulang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal, pariwisata, pertanian, dan tata kelola administrasi berbasis digital.
Selama kegiatan berlangsung, para kepala desa tidak hanya mendengarkan kuliah umum, tetapi juga terlibat dalam diskusi interaktif bersama para pakar kebijakan publik, akademisi UI, dan praktisi pemerintahan. Beberapa fokus utama dalam pelatihan ini meliputi:
Tata Kelola Keuangan Desa yang Akuntabel: Strategi pengelolaan Dana Desa agar tepat sasaran dan bebas dari risiko hukum.
Digitalisasi Pelayanan Publik: Penerapan konsep Smart Village untuk mempermudah pelayanan administrasi bagi warga desa.
Pengembangan Potensi Lokal dan BUMDes: Strategi memetakan potensi desa guna meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
"Program ini merupakan langkah progresif dari Kemendagri. Kita ingin kepala desa tidak hanya menjadi manajer administratif, tetapi juga menjadi pemimpin visioner yang mampu membawa perubahan nyata di wilayahnya masing-masing dengan dasar ilmiah yang matang," ujar perwakilan Ditjen Bina Pemdes di sela-sela acara.
Kehadiran perwakilan dari Desa Pangandaran dan Desa Batukaras dalam forum nasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Pangandaran. Sepulangnya dari Universitas Indonesia pada 2 Juli mendatang, para kepala desa ini diharapkan dapat langsung mengimplementasikan ilmu yang didapat.
Inovasi dan pola pikir baru yang dibawa dari kampus UI diharapkan mampu ditularkan kepada desa-desa lain di Kabupaten Pangandaran, demi terwujudnya kemandirian desa dan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.